Menyusun Perencanaan Audit Teknologi Informasi
Menyusun Perencanaan Audit Teknologi Informasi
Hai apa kabar semuanya? :) belum lama
saya membahas tentang AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI dan sekarang saya akan
menjelaskan tentang MENYUSUN PERENCANAAN AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI.
Mengapa Audit Teknologi Informasi?
Karena audit TI diperlukan sehubungan dengan resiko yang semakin tinggi dibidang
sistem berbasis teknologi informasi, yaitu :
- Resiko penggunaan teknologi secara tidak layak (tidak tepat).
- Kesalahan berantai atau pengulangan kesalahan secara cepat konsistem pada sistem berbasis komputer.
- Logika pengolahan salah (dapat menyebabkan kesalahan-kesalahan serius).
- Ketidakmampuan menterjemahkan kebutuhan (sistem tidak sesuai).
- Konsentrasi tanggungjawab, antara lain konsentrasi data pada satu lokasi atau orang-orang TI (khususnya database administrator).
Audit Laporan
Keuangan
Audit laporan keuangan (general audit
on financial statement audit) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kewajaran
laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan (sesuai dengan standar
akuntansi keuangan dan tidak ada salah saji materialistis). Audit ini termasuk
general audit. Apabila sistem akuntansi perusahaan merupakan sistem berbasis
komputer/teknologi informasi, maka perlu dilakukan audit terhadap sistem
aplikasi (komputerisasi) akuntansi tersebut atau komponen teknologi informasi
(hardware, software, netware, infrastructures, dan bahkan dataware atau data
yang ada di database dari sistem informasi akuntansi tersebut. Pemeriksaan TI
khususnya untuk memahami/menguji struktur pengendalian intern klien
(sebagaimana diwajibkan dalam standar pemeriksaan akuntan publik) dan dalam
rangka pengujian substantif (atas transaksi serta terhadap saldo akun).
Prosedur Audit
Keuangan (TI)
a. Perencanaan
audit (Audit Planning)
Langkah pertama dalam perencanaa audit
adalah untuk menetapkan ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan. Pada audit laoran
keuangan, pemeriksaan dilakukan oleh editor (akuntan) ekstern dan independen
terhadap laporan keuangan perusahaan, ditujukan kepada para pemegang saham
pihak lain terkait. Tujuan audit untuk menilai kelayakan atau kewajaran
(fairness) laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan.
Pada tahap ini yang dilakukan adalah
pemahaman terhadap sasaran yang akan diaudit, pengumpulan informasi awal, dan
identifikasi resiko, antara lain:
- · Pemahaman sistem informasi untuk pelaksanaan transaksi.
- · Penentuan kemungkinan salah saji dalam tiap tahap pelaksanaan transaksi.
- · Penentuan aktivitas pengendalaian untuk deteksi salah saji.
- · Penentuan prosedur audit untuk deteksi efektivitas aktiviasi pengendalian.
- · Penyusunan program audit pengendalian.
Bukti audit dikumpulkan dengan
sejumlah instrumen audit, pengujian, dan prosedur yang bermacam-macam.
d. Evaluasi
bukti pemeriksaan
Setelah bukti-bukti audit dikumpulkan,
auditor mengevaluasi bukti audit tersebut sesuai dengan tujuan dari audit dan
kemudian:
·
Dilakukan
tests of controls yang bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian yang ada telah
dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan.
·
Dilakukan substantive test, yang terdiri dari:
a.
Tests
of transactions yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat kekeliruan
atau kesalahan.
b.
Tests
of balances or overall results yang bertujuan untuk menjamin laporan keuangan
yang dihasilkan adalah benar dan akurat
e.
e. Komunikasi
hasil pemeriksaan
Segera setelah pekerjaan pemeriksaan
diselesaikan dan diperoleh kesimpulan pendapat auditor, perlu disiapkan laporan
hasil audit mengenai temuan-temuan dan rekomendasi-rekomendasinya. Dalam
penyelesaian audit (completion of the audit) dibuat kesimpulan dan rekomendasi
untuk dikomunikasikan pada manajemen.
Perlunya kontrol dan
audit
Faktor-faktor yang mendorong
pentingnya kontrol dan audit SI adalah antara lain untuk:
- Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah.
- Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap.
- Menjaga aset perusahaan karena nilai hardware, software dan dan personil lazimnya tinggi.
- Mendeteksi resiko error computer.
- Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer (fraud).
- Menjaga kerahasiaan.
- Meningkatkan pengendalian evolusi penggunaan computer.


Komentar
Posting Komentar